Temuan Lapangan Reza Rinaldy Saat Reses di Ternate Tengah

Reza Rinaldy saat melakukan kordinasi dengan Lurah Takoma dan staf. Foto: Senja

Senjakota- Anggota DPRD Kota Ternate Fraksi Partai Demokrat, M. Reza Rinaldy Y AR, menemukan sejumlah persoalan infrastruktur dan pelayanan publik saat melakukan kunjungan reses di beberapa kelurahan di Kecamatan Ternate Tengah.

Di Kelurahan Marikurubu, Reza menemukan kondisi saluran air atau got di RT 07 yang rusak sehingga air pembuangan dari rumah warga tidak dapat mengalir dengan baik. Sementara di RT 02, tepatnya di kawasan dekat madrasah, belum tersedia saluran air.

Reza juga menemukan kebutuhan pembangunan jalan menggunakan paving block di RT 05. Sejumlah rumah warga telah berdiri, tetapi belum memiliki akses jalan yang memadai.

Selain itu, fasilitas kegiatan posyandu di Kelurahan Marikurubu masih terbatas. Meja dan kursi untuk kader posyandu hingga kini belum tersedia.

Berbagai kebutuhan tersebut sebelumnya telah diusulkan warga melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang). Namun, sebagian usulan belum terealisasi meski telah disampaikan sekitar tiga tahun.

Reza turut menemukan kondisi tanggul penahan tanah yang dinilai membahayakan. Tanggul tersebut memiliki tinggi sekitar 10 meter dengan panjang hampir 80 meter. Warga mengaku telah menyurati wali kota dan Dinas PUPR terkait kondisi tanggul tersebut.

Temuan di Kelurahan Kota Baru

Di Kelurahan Kota Baru, Reza menemukan keterbatasan perangkat pendukung pelayanan administrasi. Pihak kelurahan membutuhkan komputer dan printer karena peralatan yang sebelumnya digunakan telah rusak.

Saat ini, komputer yang digunakan untuk pelayanan merupakan pinjaman dari perpustakaan kota. Kondisi tersebut berpotensi menghambat pelayanan administrasi kepada masyarakat, terutama ketika perangkat harus digunakan untuk berbagai kebutuhan secara bersamaan.

Temuan di Kelurahan Takoma

Sementara di Kelurahan Takoma, Reza menemukan persoalan banjir yang berkaitan dengan kondisi saluran air di depan Polres Ternate. Saluran tersebut kerap meluap ketika hujan turun. Usulan penanganannya bahkan telah disampaikan sebanyak dua kali.

Saluran air berukuran besar yang berada di jalur utama disebut sudah tidak berfungsi dengan baik. Sementara saluran yang lebih kecil dinilai terlalu dangkal.

Reza juga menemukan keterbatasan fasilitas dan operasional kantor kelurahan. Komputer yang tersedia hanya satu unit sehingga harus digunakan secara bergantian. Selain itu, kantor kelurahan tidak memiliki dukungan operasional yang memadai. Bahkan, biaya Wi-Fi harus ditanggung secara patungan oleh pihak kelurahan dan kondisi tersebut telah berlangsung selama beberapa tahun.

Warga juga meminta pemerintah melakukan pengerukan kali mati yang mengalami pendangkalan. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengurangi kapasitas aliran air dan meningkatkan potensi banjir saat hujan deras.

Berbagai temuan lapangan tersebut menjadi catatan Reza untuk diperjuangkan melalui fungsi kedewanan, khususnya terkait kebutuhan infrastruktur dasar, fasilitas pelayanan publik, serta penguatan sarana pemerintahan di tingkat kelurahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup