Forum Komunikasi Ngofa Muda Tidore Haltim Nilai Kabag Humas Gagal Pahami Undangan Adat Kesultanan

Sekretaris Forum Komunika Ngofa Muda Tidore Halmahera Timur, Fajri Barakat. Foto: Istimewa

Senjakota- Forum Komunikasi Ngofa Muda Tidore Halmahera Timur mengkritik kinerja Kepala Bagian (Kabag) Humas yang dinilai keliru merespons undangan adat dari Kesultanan Tidore dalam pengukuhan perangkat kesangajian Bicoli.

Sikap tersebut dianggap berpotensi mencoreng citra kepala daerah dan memicu kerenggangan jika tidak segera dibenahi.

Sekretaris Forum Komunika Ngofa Muda Tidore Halmahera Timur, Fajri Barakati, menilai Kabag Humas semestinya memiliki kepekaan dalam menerjemahkan undangan adat, terlebih yang berkaitan langsung dengan agenda kepala daerah.

“Dalam situasi tertentu, Kabag Humas harus peka membaca kondisi agenda kepala daerah, baik bupati, wakil bupati, maupun sekretaris daerah. Ini bagian dari tugas kehumasan,” kata Fajri dalam keterangannya, Senin, 26 Januari 2026.

Menurut Fajri, respons yang tidak tepat terhadap undangan adat berpotensi menimbulkan dampak negatif, tidak hanya bagi pejabat yang diundang, tetapi juga terhadap citra kepala daerah di mata publik.

“Ini fatal. Bukannya merespons dengan baik, justru terkesan menyepelekan urusan adat dan tatanan negeri. Padahal, adat memiliki posisi penting dalam kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, sikap tersebut berisiko memicu penilaian buruk publik terhadap bupati dan wakil bupati, bahkan membuka ruang terjadinya konflik jika tidak segera disikapi secara bijak.

Fajri berharap kejadian serupa tidak terulang kembali ke depan. Ia meminta jajaran kehumasan pemerintah daerah lebih memahami konteks adat dan kearifan lokal dalam menjalankan tugas komunikasi pemerintahan.

“Saya berharap ini menjadi yang terakhir. Respons seperti ini berdampak buruk dan berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sultan Tidore Husain Sjah menyesali sikap pejabat Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara yang tidak hadir dalam pengukuhan perangkat adat Kesangajian Bicoli yang berlangsung di Desa Bicoli, Kecamatan Maba.

“Sepertinya adat ini tidak diperlukan oleh pemerintah, nanti pada saat terjadi huru-hara baru diperdulikan. Tapi ketika situasi normal, pemerintah tidak terlalu perduli dengan perangkat adat,” sesal Sultan Husain, Rabu 21 Januari 2026.

Namun hal tersebut ditanggapi oleh Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur, Yusuf Talib yang mengatakan jika pengukuhan perangkat adat Kesangajian Bicoli bukan hajatan pemda. Menurutnya, acara tersebut hanya hajatan adat.

“Itu bukan hajatan pemda, itu sifatnya hajatan saja, hajatan adat,” kata Yusuf.

Ia mengaku panitia telah menyerahkan undangan ke pemda. Tapi undangannya ditujukan ke bagian umum.

“Saya sudah cek dan undanganya hanya bagian umum, tidak ada bupati. Jadi tanya langsung ke pihak panitia. Karena pak bupati sebenarnya mau sekali hadiri kegiatan itu,” tutur Yusuf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup