Pustu Kawasi dan Soligi Dekatkan Layanan Kesehatan Warga Pulau Obi
Senjakota- Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Kawasi dan Desa Soligi, Pulau Obi, Halmahera Selatan, membantu mendekatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Fasilitas tersebut melayani pemeriksaan kesehatan dasar hingga pelayanan ibu dan anak.
Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Selatan Asia Hasjim mengatakan fasilitas kesehatan di Pustu Soligi telah memenuhi standar, baik dari sisi bangunan maupun peralatan medis.
Menurutnya, Pustu Soligi juga didukung tenaga kesehatan yang memadai untuk melayani masyarakat. Saat ini terdapat tiga bidan yang bertugas di fasilitas tersebut.
“Secara standar, pelayanan dasar di tingkat desa biasanya hanya diampu oleh satu perawat atau bidan. Namun, di Pustu Soligi saat ini sudah ditunjang oleh tiga bidan,” kata Asia.
“Hal ini membuat proses pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan sangat optimal dan sesuai standar,” sambungnya.
Asia mengatakan penguatan layanan kesehatan juga dilakukan di Desa Kawasi. Pustu di kawasan permukiman baru tersebut disebut sebagai Pustu Plus karena dilengkapi dokter umum dan fasilitas pemeriksaan ultrasonografi (USG).
“Pustu Kawasi merupakan satu-satunya Pustu Plus di Halmahera Selatan. Selain memiliki dokter umum, perawat, dan bidan, fasilitas ini juga sudah dilengkapi dengan layanan USG untuk pemeriksaan ibu hamil,” ujarnya.
Pustu Kawasi telah beroperasi sejak 2024. Pelayanan didukung satu dokter umum, lima perawat, dan tiga bidan. Layanan yang tersedia antara lain pemeriksaan kesehatan dasar, pelayanan posyandu ibu dan anak, serta penyediaan obat-obatan.
Penempatan tenaga kesehatan dan operasional layanan di Pustu Kawasi berada dalam kewenangan pemerintah daerah.
Edukasi Kesehatan Ubah Kebiasaan Warga Soligi
Bidan Pustu Soligi Rasna La Saria mengatakan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut sempat menghadapi tantangan budaya dan kebiasaan masyarakat.
Sebagian warga sebelumnya lebih memilih pengobatan tradisional menggunakan ramuan daun-daunan hingga mempercayakan proses persalinan kepada dukun kampung.
Namun, kepercayaan masyarakat terhadap tenaga kesehatan mulai tumbuh setelah mereka melihat langsung pelayanan yang diberikan di Pustu.
“Seiring berjalannya waktu, termasuk saat warga melihat kami bisa menangani pasien yang bersalin, masyarakat berangsur-angsur menaruh kepercayaan kepada kami dan mulai datang ke fasilitas kesehatan yang tersedia di desa,” kata Rasna.

Kini, Pustu Soligi ramai dikunjungi ibu-ibu untuk memeriksakan kehamilan. Pelayanan pemeriksaan kehamilan paling ramai berlangsung pada minggu pertama dan kedua setiap bulan, mulai pukul 08.30 hingga 11.30 WIT.
Kelas ibu hamil juga digelar rutin setiap bulan dengan menggunakan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Materi yang diberikan mencakup pengenalan tanda bahaya kehamilan, seperti demam tinggi dan pendarahan, serta pentingnya segera mendapatkan pertolongan medis.
PMT Bantu Atasi Masalah Gizi Anak
Upaya penanganan masalah gizi dan stunting di Soligi juga dilakukan melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Program tersebut dilaksanakan empat kali dalam sebulan. Bantuan nutrisi dari Harita Nickel kemudian diolah kader Posyandu menjadi makanan bergizi dengan memanfaatkan bahan pangan lokal.
Kader Posyandu Desa Soligi Endang Basir mengatakan menu PMT yang diberikan antara lain bubur daun kelor, bubur ayam, bubur wortel, dan bubur kacang hijau.
“PMT kaya gizi dan berdampak baik bagi anak-anak. Kami sediakan bubur daun kelor, bubur ayam, bubur wortel, serta bubur kacang hijau untuk memberikan asupan serat dan energi tambahan,” kata Endang.
Menurut kader Posyandu, pemberian makanan tambahan dan edukasi gizi membantu meningkatkan nafsu makan serta berat badan anak secara bertahap.
Manfaat tersebut dirasakan Umra Muahamat, warga Desa Soligi. Ia mengatakan berat badan anaknya sebelumnya berada jauh di bawah angka ideal untuk usianya.
Setelah mengikuti program PMT dan menerapkan edukasi gizi dari kader serta bidan, kondisi anaknya berangsur membaik.
“Perubahan yang terjadi pada anak saya sudah jauh berbeda dibandingkan sebelumnya. Sekarang anak saya sudah banyak makan dan berat badannya juga naik. Saya sangat bahagia,” ujarnya.
Pustu Baru Lebih Layak
Penguatan pelayanan kesehatan di Soligi juga didukung pembangunan gedung Pustu baru. Sebelumnya, pelayanan warga dilakukan di gedung Polindes lama yang dinilai sempit dan memiliki fasilitas terbatas.
Harita Nickel kemudian membangun gedung Pustu dengan ruangan yang lebih representatif dan dilengkapi peralatan medis.
Sementara itu, keberadaan Pustu Kawasi juga dirasakan langsung warga di Permukiman Baru Desa Kawasi.
Indah Dewi Siar mengatakan kehadiran Pustu membuat keluarganya lebih mudah memperoleh pelayanan kesehatan tanpa harus pergi ke tempat lain.
“Kami merasa sangat terbantu. Di Pustu Kawasi, kami mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang sama seperti yang kami dapatkan di tempat lain. Ini membuat kami tidak kesulitan lagi untuk berobat, termasuk untuk memeriksakan kesehatan anak-anak kami,” kata Indah.
Ia juga merasakan manfaat layanan USG di Pustu Kawasi. Sebelumnya, warga harus menuju Labuha untuk mendapatkan pemeriksaan tersebut.
“Untuk USG, kami bisa melakukannya lewat Pustu, kalau dulu hanya bisa ke Labuha. Sudah sangat membantu kami,” ujarnya.
Pemkab Halsel-Harita Nickel Kolaborasi Program Kesehatan
Asia mengatakan peningkatan layanan kesehatan di Kawasi dan Soligi juga menjadi bagian dari kolaborasi Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dengan Harita Nickel.
Salah satu program yang terus berjalan ialah Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
“Sejauh ini kolaborasi program kesehatan antara Pemkab Halsel dan Harita Nickel telah berjalan dengan sangat baik. Salah satunya dibuktikan melalui keberlanjutan program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi warga di wilayah operasional perusahaan,” kata Asia.







Tinggalkan Balasan