Pertahankan Tren Positif, Pemkab Halut Perkuat Kolaborasi Lewat Program INEY
Senjakota- Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) terus memperkuat komitmen dalam menekan angka stunting. Hal itu ditegaskan melalui kegiatan Koordinasi Advokasi Lintas Sektor Program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) II yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi. Ahmad, di Tobelo, Selasa, 21 Juli 2026.
Kegiatan yang digelar bersama Poltekkes Kementerian Kesehatan Ternate ini menjadi wadah koordinasi bagi para pemangku kepentingan untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat kolaborasi dalam percepatan penanganan stunting di Halut.
Dalam sambutannya, Kasman menyampaikan apresiasi kepada Poltekkes Kemenkes Ternate yang dinilai konsisten mendampingi pemerintah daerah. Ia menegaskan, sinergi tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas.
“Kerja sama ini bukan sekadar menjalankan program, tetapi merupakan investasi bagi masa depan Halmahera Utara melalui pembangunan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini,” kata Kasman.
Ia mengungkapkan, berbagai intervensi yang dilakukan pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil positif. Halmahera Utara bahkan berhasil meraih peringkat kedua di Regional Indonesia Timur dalam program percepatan penurunan stunting, sekaligus menjadi satu-satunya kabupaten di Maluku Utara yang mampu menurunkan prevalensi stunting secara berkelanjutan.
Meski begitu, Kasman menegaskan capaian tersebut belum menjadi akhir dari upaya yang dilakukan. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka stunting di Halut masih berada di level 21,8 persen. Pemkab Halut pun menargetkan penurunan hingga 17,5 persen pada akhir 2026.
Untuk mencapai target itu, ia mengajak seluruh perangkat daerahmulai dari Bappeda, Dinas Kesehatan, DPMD, Dinas Pendidikan, para camat hingga pemerintah desa agar memperkuat koordinasi dan meninggalkan ego sektoral.
“Keberhasilan menurunkan stunting hanya bisa dicapai melalui kerja sama lintas sektor yang solid,” tegasnya.
Kasman juga menekankan pentingnya pemanfaatan data Sistem Informasi Gizi Terpadu (SIGIZI) sebagai dasar dalam menentukan sasaran penerima manfaat, sehingga setiap intervensi yang dilakukan lebih tepat dan efektif.
Di akhir sambutannya, Kasman berharap Program INEY II mampu melahirkan komitmen bersama yang berkelanjutan dalam percepatan penurunan stunting, sekaligus mempertahankan tren positif yang telah dicapai.
“Semoga pertemuan ini melahirkan langkah nyata dan kesepakatan yang berkelanjutan, demi menjaga prestasi dan melahirkan generasi Halmahera Utara yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” pungkasnya.
Penulis: Risal Sadoki | Editor: Ilham






Tinggalkan Balasan