Pelajar 19 Tahun Jatuh di Air Terjun Jembatan Alam, Tim Gabungan Lakukan Pencarian
Senjakota- Seorang pelajar berusia 19 tahun, Gedalti Pasaribu, dilaporkan jatuh ke aliran air terjun Jembatan Alam, Desa Kokota Jaya, Kecamatan Tobelo Utara, Kabupaten Halmahera Utara, Sabtu, 8 Agustus 2026 sore. Hingga malam hari, korban belum ditemukan dan pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIT, saat korban bersama tujuh temannya hendak kembali dari lokasi wisata. Mereka sebelumnya berangkat dari Tobelo sekitar pukul 13.00 WIT menggunakan lima sepeda motor, lalu tiba di area parkir sekitar pukul 14.30 WIT dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Sekitar pukul 15.10 WIT, rombongan tiba di kawasan wisata Jembatan Alam. Mereka sempat berfoto di depan air terjun sebelum melanjutkan perjalanan ke air terjun kedua yang berada di bagian atas.
Di lokasi tersebut, korban bersama teman-temannya sempat mandi. Namun, saat hendak turun dan pulang, insiden nahas terjadi.
Kasi Humas Polres Halmahera Utara, Iptu Hopmi Saribu, mengatakan korban terpeleset saat melewati jalur licin. Sebelumnya, salah satu temannya, Marselino Flory, sempat mengingatkan agar berhati-hati.
“Korban sempat berpegangan pada baju temannya, namun hampir membuat temannya ikut terjatuh sehingga pegangan dilepas,” ujar Hopmi.
Korban kemudian mencoba berpegangan pada sebuah speaker yang dipegang temannya. Namun, pegangan itu terlepas hingga korban tergelincir dan jatuh ke aliran air terjun.
Sebelum jatuh, korban sempat berteriak meminta pertolongan. Tiga rekannya, Mardolid Ngawaro, Elfrit Manumpil, dan Novri Sanggel, langsung berupaya melakukan pencarian dengan berenang di sekitar lokasi. Namun, korban tak kunjung ditemukan.
Sementara itu, dua rekannya lainnya turun ke kampung untuk meminta bantuan warga.
Sekitar pukul 18.00 WIT, personel Satreskrim Polres Halmahera Utara mulai bersiap menuju lokasi. Mereka kemudian berangkat pukul 18.40 WIT dan tiba sekitar pukul 19.30 WIT, dilanjutkan dengan pengambilan keterangan sejumlah saksi.
Pencarian dilakukan bersama tim gabungan yang terdiri dari Polres Halmahera Utara (Satreskrim, Satpolairud, dan Satintelkam), Basarnas, serta BPBD Halmahera Utara.
Hingga pukul 20.00 WIT, tim masih melakukan penyisiran di sekitar air terjun, namun korban belum ditemukan. Karena keterbatasan peralatan, pencahayaan, dan kondisi lokasi yang tidak memungkinkan, pencarian dihentikan sementara.
Sekitar pukul 20.30 WIT, tim melakukan konsolidasi dan memutuskan pencarian dilanjutkan pada Minggu pagi. Sebagian personel tetap disiagakan di lokasi, sementara lainnya kembali untuk mempersiapkan peralatan dan tenaga.
Hingga laporan dibuat sekitar pukul 21.30 WIT, korban Gedalti Pasaribu masih belum ditemukan. Pencarian kembali dilanjutkan oleh tim gabungan dengan menyisir sejumlah titik di sepanjang aliran air terjun.
Penulis: Risal Sadoki | Editor: Ilham







Tinggalkan Balasan