4 Jembatan Dibangun di Pulau Obi, Akses Warga ke Kebun dan Kawasan Industri Makin Mudah

Kolaborasi warga, Pemdes Gambaru, dan Harita Nickel yang telah menyelesaikan pembangunan Jembatan Rijang di Desa Gambaru, Obi Selatan, Halmahera Selatan. Foto: Istimewa

Senjakota- Empat jembatan yang dibangun di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, kini menjadi akses penting bagi warga untuk menuju area pertanian hingga kawasan industri.

Infrastruktur tersebut dibangun melalui kolaborasi Harita Nickel dan pemerintah desa dalam program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Keempat jembatan itu yakni Jembatan Gantung Dodoku Horikiwo di Desa Bobo, serta Jembatan Rijang, Jembatan Dial, dan Jembatan Merah Putih Sungai Doko di Desa Gambaru.

Salah satu jembatan yang kini dimanfaatkan warga adalah Jembatan Merah Putih yang membentang sepanjang 25 meter dengan lebar 4 meter di atas Sungai Doko.

Kepala Desa Gambaru, Nasrudin M. Kasuba, mengatakan keberadaan jembatan tersebut mempermudah mobilitas warga sekaligus mempercepat distribusi hasil pertanian dan kebutuhan sehari-hari.

“Jembatan ini menjadi akses layanan dasar bagi masyarakat. Dengan jalur yang lebih layak, distribusi hasil bumi, komoditas lokal, dan logistik harian menjadi jauh lebih cepat dan efisien,” kata Nasrudin.

Menurut dia, pembangunan jembatan merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah desa dan Harita Nickel melalui program PPM.

Manfaat serupa dirasakan Nursia Drakel, warga Desa Gambaru. Ia mengatakan akses menuju kebun yang sebelumnya sulit kini menjadi lebih mudah dan aman.

“Kalau dibandingkan dulu, sekarang perjalanan jauh lebih mudah. Kami bisa membawa hasil kebun dan berjualan makanan ke area perusahaan dengan waktu tempuh yang lebih singkat,” ujarnya.

Warga lainnya, Siti Hawa Cawali, mengatakan tiga jembatan di wilayah Doko, Dial, dan Rijang juga memberikan perubahan terhadap aktivitas warga.

Menurutnya, warga kini dapat menggunakan sepeda motor hingga kendaraan roda tiga untuk menuju area pertanian maupun lokasi aktivitas sehari-hari.

Jalur yang sebelumnya sulit dilalui kini dapat digunakan dengan lebih aman, baik oleh warga maupun pekerja.

Konektivitas Jadi Sorotan Pemprov Malut

Pembangunan sejumlah jembatan di Pulau Obi tersebut sejalan dengan perhatian Pemerintah Provinsi Maluku Utara terhadap pemerataan infrastruktur dan konektivitas antardaerah.

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengatakan konektivitas menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat, terutama karena banyak warga Maluku Utara bekerja sebagai petani dan nelayan.

Menurut Sherly, akses transportasi yang memadai dibutuhkan agar masyarakat dapat memobilisasi sekaligus memasarkan hasil pertanian dan perikanan mereka.

“Pembangunan di Maluku Utara belum sepenuhnya inklusif. Salah satu kendala utamanya adalah masalah konektivitas, karena masih banyak wilayah yang belum terhubung oleh fasilitas jalan dan jembatan yang layak,” ujar Sherly.

Sherly mengatakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak cukup menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan pembangunan. Pemerintah, kata dia, juga perlu memastikan pertumbuhan tersebut memberikan manfaat yang merata bagi masyarakat.

Maluku Utara sendiri mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Namun, Sherly menekankan pembangunan harus diarahkan agar manfaat pertumbuhan tersebut dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah.

Harita Nickel Sebut Pembangunan Manusia Jadi Fokus

Peresmian empat jembatan di Pulau Obi dilakukan secara simbolis melalui penandatanganan prasasti di Kantor Gubernur Maluku Utara, Sofifi.

Agenda tersebut dihadiri Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Wakil Gubernur Sarbin Sehe, Danrem 152/Babullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, serta perwakilan Harita Nickel.

Sherly menyebut Harita Nickel sebagai salah satu mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan di Maluku Utara.

“Harita Nickel merupakan mitra strategis Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Terima kasih atas kerja sama baik yang telah membuka lapangan kerja di daerah ini. Hari ini juga kita menandatangani prasasti (peresmian empat jembatan di Pulau Obi),” kata Sherly.

 

Sementara itu, Direktur Utama Harita Nickel Roy Arman Arfandy mengatakan perusahaan berkomitmen menempatkan pengembangan manusia sebagai bagian penting dalam setiap program pembangunan yang dijalankan.

“Bagi Harita Nickel, Maluku Utara adalah rumah tempat kami tumbuh dan membangun masa depan bersama. Indikator keberhasilan keberlanjutan kami bukan sekadar angka pertumbuhan ekonomi, melainkan sejauh mana kemajuan ini mampu mendekatkan pelayanan, membuka kesempatan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Roy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup