Drainase Terkikis, Jalan di Akehuda Ternate Utara Ambruk dan Rawan Dilalui
Senjakota- Pengikisan saluran drainase di Kelurahan Akehuda, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, menyebabkan sebagian badan jalan di belakang Masjid Sigi Heku ambruk. Kondisi tersebut membuat ruas jalan penghubung antarkelurahan menjadi rawan dilalui, terutama pada malam hari.
Pantauan di lokasi, Kamis, Januari 2026, sekitar separuh badan jalan di RT 10/RW 5 runtuh akibat tergerus aliran air. Sejumlah pengendara terlihat melambat dan memilih melintas di jalur sempit yang masih tersisa untuk menghindari area jalan yang amblas.
Salah seorang warga Akehuda, Adam, mengatakan pengikisan drainase sudah terjadi hampir setahun terakhir. Kerusakan semakin parah setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Ternate dalam beberapa waktu terakhir.
“Awalnya kecil saja. Karena hujan dan banjir, kikisannya makin melebar sampai ke badan jalan,” kata Adam.
Ia menilai kondisi tersebut semakin berbahaya karena minimnya penerangan di sekitar lokasi. Menurutnya, ruas jalan tersebut gelap dan diperparah dengan drainase yang rusak hingga menggerus badan jalan.
“Jalan di sini gelap, lalu diperparah dengan got yang rusak sampai ke badan jalan,” ujarnya.
Lurah Akehuda, Farida Saleh, mengatakan persoalan kerusakan jalan dan drainase tersebut telah dibahas bersama warga dan diusulkan ke Pemerintah Kota Ternate melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Namun, keterbatasan anggaran dan mekanisme perencanaan membuat penanganan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.
“Anggaran sudah ditutup sejak Desember. Penanganan jalan ada mekanismenya, tidak bisa hari ini diusulkan lalu besok langsung dikerjakan,” kata Farida saat dikonfirmasi.
Menurut Farida, usulan perbaikan drainase, badan jalan, hingga pemasangan lampu penerangan jalan telah dimasukkan dalam Musrenbang. Dari sekitar sepuluh usulan yang diajukan setiap tahun, hanya sebagian yang dapat direalisasikan berdasarkan skala prioritas.
“Kalau tidak cepat ditangani, dampaknya ke warga semua. Bukan hanya pengguna jalan, tapi kami juga,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Ternate Utara, Sunarto M. Taher, mengaku telah menerima laporan terkait kerusakan jalan tersebut. Informasi itu, kata dia, sudah disampaikan kepada pemerintah kota dan dinas teknis terkait, meski belum dalam bentuk laporan tertulis.
“Ini akses penting yang menghubungkan Akehuda dan Tubo. Kami sangat prihatin dan mendorong agar penanganan bisa dilakukan secepatnya,” kata Sunarto.
Ia juga menambahkan, ketiadaan lampu penerangan jalan menjadi keluhan utama warga di kawasan itu. Hingga kini, penerangan di titik rawan tersebut belum tersedia dan masih menunggu penanganan dari instansi terkait.
Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ternate, Rus’an M. Nur Taib, belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan WhatsApp.






Tinggalkan Balasan