Benarkah Warga Halmahera Utara Tak Merasa Kenaikan Harga BBM?

Warga Halmahera Utara saat mengikuti konvoi bersama pada 29 Juni 2026. Foto: Risal Sadoki/senja

Senjakota- Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi sorotan nasional tidak sepenuhnya menyurutkan antusiasme sebagian warga di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, dalam menyambut Piala Dunia 2026.

Di Kota Tobelo, euforia sepak bola justru terlihat dari ramainya konvoi kendaraan yang memadati jalan-jalan setiap kali pertandingan berlangsung. Iring-iringan kendaraan muncul menjelang laga hingga setelah pertandingan usai.

Pendukung berbagai negara, seperti Prancis, Spanyol, Brasil, Portugal, hingga Argentina, turun ke jalan sambil membawa bendera dan atribut tim kebanggaan masing-masing.

Pekan lalu, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua bahkan mengajak masyarakat untuk mengikuti konvoi bersama sebagai bentuk kebersamaan dalam menyemarakkan pesta sepak bola dunia tersebut. Ajakan itu disambut antusias oleh warga.

Pada 29 Juni 2026, ratusan masyarakat memadati kawasan Kantor Bupati sebelum melakukan konvoi mengelilingi sejumlah ruas jalan di Kota Tobelo.

Di tengah kenaikan harga BBM, para peserta konvoi tetap menunjukkan semangat tinggi. Sejumlah warga mengaku kondisi tersebut belum menjadi penghalang untuk menikmati momen yang hanya datang setiap empat tahun.

“Piala Dunia hanya datang empat tahun sekali. Kalau untuk ikut meramaikan suasana seperti ini, saya rasa tidak terlalu membebankan,” ujar salah seorang pendukung Argentina, Rabu 8 Juli 2026.

Meski demikian, kondisi ini tidak dapat digeneralisasi sebagai gambaran seluruh masyarakat Halmahera Utara. Kenaikan harga BBM tetap berdampak pada biaya transportasi dan kebutuhan hidup sebagian warga.

Namun, bagi para penggemar sepak bola, euforia Piala Dunia menjadi ruang untuk sejenak melepaskan diri dari tekanan ekonomi.

Suasana Kota Tobelo yang biasanya relatif tenang pun berubah menjadi lebih ramai setiap malam pertandingan. Bunyi klakson, kibaran bendera, serta sorak-sorai pendukung mewarnai sejumlah ruas jalan, menjadikan ajang empat tahunan ini sebagai hiburan yang mengalihkan perhatian warga dari persoalan ekonomi yang tengah dihadapi.

 

Penulis: Risal Sodoki  | Editor: Ilham

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup