Mediasi Pemkab Halut dan Petani Memanas, Aksi Boikot PT Nico Berlanjut

Front petani Halmahera Utara saat hering dengan Pemda di Desa Pune, Kecamatan Galela. Foto: Risal Sadoki

Senjakota- Mediasi antara Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) dan Front Petani Halmahera Utara yang memboikot aktivitas PT Nico di Desa Pune, Kecamatan Galela, Kamis, 13 Agustus 2026 berujung memanas.

Pemkab Halut melalui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), Nyoter Koenoe, menemui massa aksi yang memilih bertahan hingga malam hari setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Mediasi dipimpin Kasatpol PP Halut, Amat Kacoa. Awalnya, pertemuan berlangsung dalam suasana cukup akrab. Namun, situasi berubah setelah petani menilai pertemuan tersebut belum memberikan solusi atas tuntutan yang mereka sampaikan.

Front Petani Halmahera Utara kemudian menegaskan tetap melanjutkan aksi boikot terhadap aktivitas PT Nico sebagai bentuk protes atas persoalan yang selama ini mereka keluhkan.

Situasi semakin tegang ketika Amat meminta massa tidak bertahan jika tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

«“Jika kalian tetap memilih bertahan, maka jangan salahkan jika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,” tegas Amat sambil menunjuk ke arah massa petani.»

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons keras dari petani. Mereka menilai ucapan Kasatpol PP sebagai bentuk intimidasi terhadap aksi yang sedang dilakukan.

«“Itu pengancaman, Pak. Jangan mengintimidasi kami petani, karena ini juga bagian dari keresahan petani yang kami bawa,” tegas Iyan.»

Perdebatan antara kedua pihak pun tak terhindarkan. Ruang hearing yang sebelumnya berlangsung tenang berubah menjadi tegang hingga mediasi tidak dapat dilanjutkan.

Meski demikian, Front Petani Halmahera Utara memastikan tetap bertahan dan melanjutkan aksi pemboikotan terhadap aktivitas PT Nico di wilayah Galela.

Sikap tersebut menunjukkan belum adanya titik temu antara petani dan pemerintah terkait tuntutan yang mereka perjuangkan.

 

Penulis: Risal Sadoki

Editor: Ilham

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup