Densus 88 dan Kesbangpol Ternate Sosialisasikan Bahaya Radikalisme ke Calon Paskibraka 2026
Senjakota- Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Maluku Utara dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri berkolaborasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Ternate menggelar sosialisasi pencegahan paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET), Kamis, 16 Juli 2026.
Kegiatan bertajuk “Paskibraka Tangguh Ideologi Pancasila” ini berlangsung di Aula Kantor Kesbangpol Kota Ternate, Kelurahan Marikurubu, Kecamatan Ternate Tengah, mulai pukul 11.00 WIT hingga selesai.
Sebanyak sekitar 63 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kota Ternate tahun 2026 mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 30 peserta putra dan 32 peserta putri.
Tim Satgaswil Maluku Utara yang hadir antara lain IPDA Adhy Rahmansyah, BRIPTU Idris Tuguis, dan BRIPTU Rafsanjani Djalun. Kegiatan ini turut dihadiri moderator Hidayat M. Saleh serta pelatih calon Paskibraka, BRIPKA Amri.
Dalam pemaparannya, BRIPTU Idris Tuguis menjelaskan peran dan tugas Densus 88 dalam penanggulangan terorisme, sekaligus memberikan edukasi terkait pola penyebaran paham radikalisme yang kini menyasar kalangan muda.
Ia mengungkapkan, penyebaran paham IRET semakin masif melalui media sosial dan game online, dengan target utama generasi muda yang sedang mencari jati diri.
“Modus yang digunakan juga terus berkembang, termasuk melibatkan perempuan dan anak sebagai pelaku, serta menyasar pelajar tingkat SMP dan SMA melalui platform digital,” ujarnya.
Selain itu, Idris juga menyoroti sejumlah faktor yang membuat anak rentan terpapar paham radikal, seperti kurangnya perhatian orang tua, pengalaman perundungan (bullying), hingga kondisi psikologis yang belum stabil.
Menurut dia, peran orang tua menjadi kunci utama dalam pencegahan, terutama dalam mengawasi aktivitas digital anak serta membangun komunikasi yang terbuka di lingkungan keluarga.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan ekstremisme di lingkungan sekolah maupun masyarakat.






Tinggalkan Balasan