Ritual Doa Kie Warnai HAJAT ke-775, Pemkot Ternate Siapkan Dasar Hukum Kegiatan Adat
Senjakota-Pelestarian adat dan budaya lokal mulai diposisikan sebagai agenda resmi pembangunan daerah di Kota Ternate. Hal itu ditandai dengan digelarnya ritual adat Doa Kie oleh Pemerintah Kota Ternate bersama Kesultanan Ternate dalam rangka Hari Jadi Ternate (HAJAT) ke-775.
Ritual Doa Kie berlangsung di Kedaton Kesultanan Ternate, Kamis, 25 Desember 2025 malam, dan menjadi bagian dari rangkaian adat HAJAT ke-775 yang ke depan akan ditetapkan sebagai agenda tetap tahunan.
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, Wakil Wali Kota Nasri Abubakar, Sekretaris Daerah Rizal Marsaoly, serta jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Ternate.
Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, mengatakan pelaksanaan rangkaian adat pada HAJAT tahun ini disiapkan sebagai prototipe untuk pelaksanaan HAJAT di tahun-tahun berikutnya.
“Doa Kie ini merupakan bagian dari rangkaian HAJAT ke-775. Sejumlah kegiatan adat sebelumnya juga sudah kita laksanakan. Ke depan, ini akan menjadi prototipe dan ditetapkan secara permanen sebagai rangkaian HAJAT,” kata Tauhid.
Ia menjelaskan, sejumlah ritual adat seperti Kololi Kie, Fere Kie, dan Doa Kie akan ditetapkan sebagai agenda tetap dalam peringatan HAJAT. Penetapan tersebut akan diperkuat melalui peraturan Wali Kota agar memiliki dasar hukum yang jelas.
“Kita tetapkan melalui peraturan Wali Kota supaya kegiatan-kegiatan adat ini memiliki landasan hukum dan menjadi bagian resmi dari peringatan HAJAT,” ujarnya.
Tauhid berharap, di usia Kota Ternate yang telah mencapai 775 tahun, pemerintah daerah dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, peringatan HAJAT harus dimaknai sebagai momentum refleksi dan evaluasi kinerja pemerintah, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“HAJAT bukan hanya soal perayaan, tetapi juga pengingat bagi pemerintah untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Semakin bertambah usia Ternate, harus semakin matang dalam tata kelola dan pelayanan di semua sektor,” tutupnya.




Tinggalkan Balasan