DKP Halsel Klaim Kinerja 2025 Positif, Realisasi Fisik Capai 100 Persen
Senjakota- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Halmahera Selatan mencatat kinerja positif sepanjang Tahun Anggaran 2025. Seluruh program dan kegiatan yang direncanakan disebut telah terealisasi secara fisik hingga 100 persen, dengan serapan anggaran mencapai 97,52 persen.
Berdasarkan data capaian kinerja, realisasi keuangan DKP Halsel mencapai Rp34.802.817.878 dari total pagu anggaran sebesar Rp35.481.429.503.
Kepala DKP Halmahera Selatan, Idris Ali, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran DKP dalam menjalankan program yang telah disusun sejak awal tahun.
“Alhamdulillah, realisasi fisik kegiatan DKP tahun anggaran 2025 dapat tercapai 100 persen. Ini bentuk komitmen kami untuk memastikan seluruh program Agro Maritim Bassam–Helmi berjalan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Idris saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 15 Januari 2026.
Ia merinci, pada Program Pengelolaan Perikanan Tangkap, DKP mengelola pagu anggaran sebesar Rp25.824.450.000, dengan realisasi keuangan mencapai Rp25.349.228.561 atau 98,16 persen.
Sementara itu, Program Pengelolaan Perikanan Budidaya memiliki pagu anggaran Rp2.310.041.529, dengan realisasi Rp2.298.918.701 atau 99,52 persen. Untuk Program Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, dari pagu Rp1.199.507.983, realisasi keuangan tercatat sebesar Rp1.190.240.854 atau 99,52 persen.
Adapun Program Urusan Penunjang Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota mengelola anggaran Rp6.147.429.991, dengan realisasi Rp5.759.607.748 atau 93,69 persen.
Menurut Idris, capaian tersebut akan menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan program di tahun-tahun berikutnya.
“Ke depan, kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar program kelautan dan perikanan semakin tepat sasaran serta mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha perikanan, sejalan dengan program bupati dan wakil bupati Halmahera Selatan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, pada tahun 2026 DKP Halsel akan mendorong sejumlah program strategis di Zona II, khususnya wilayah Makian dan Kayoa.
“Program tersebut antara lain pembangunan pabrik es balok serta pemberian bantuan kapal pajeko guna mendukung aktivitas nelayan setempat,” tutupnya.




Tinggalkan Balasan