Tak Tuntaskan Penataan Pasar Gamalama, 2 OPD di Ternate Terancam Dievaluasi
Senjakota- Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menegaskan penataan pasar dan area parkir di kawasan Gamalama menjadi bahan evaluasi bagi dua pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).
Keduanya yakni Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diserindag) Nursidah serta Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Moh. Faizal Badaruddin.
Rizal mengatakan, kedua pejabat tersebut diberi waktu selama satu bulan untuk menuntaskan penataan pasar. Jika tidak berjalan sesuai target, evaluasi akan dilakukan oleh Wali Kota.
“Jika kesempatan ini tidak dilaksanakan dengan baik, maka yang pasti mereka akan dievaluasi. Karena ini menyangkut nama baik Wali Kota, ketika pasar dan area parkirannya tidak ditata dengan baik dan masih mengalami polemik,” kata Rizal, Jumat, 17 April 2026.
Penegasan itu disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Polres Ternate dan Kodim 1501/Ternate terkait penataan pasar di kawasan Gamalama.
Dalam rapat tersebut, Pemkot Ternate menekankan pengembalian fungsi area parkir yang selama ini digunakan pedagang untuk berjualan.
Pedagang yang menempati area parkir akan dipindahkan ke dalam pasar. Penataan juga berlaku bagi pedagang sayur dan pisang yang diminta tidak lagi berjualan di area parkir.
Selain itu, penataan menyasar pedagang di pasar buah. Mereka akan diarahkan berjualan menghadap ke dalam terminal, sehingga kendaraan pengunjung tidak lagi parkir di badan jalan.
“Maka kendaraan tidak harus parkir di situ, tapi masuk ke dalam terminal ketika ingin berbelanja buah,” ujar Rizal.
Secara umum, Pemkot Ternate saat ini tengah memfokuskan penataan kawasan Pasar Gamalama, meliputi area parkir, pedagang, hingga pasar buah guna mengurangi kemacetan dan polemik di lokasi tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindag Kota Ternate, Nursidah Dj Mahmud menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti hasil rapat tersebut. Ia menyebut sosialisasi kepada pedagang sudah dilakukan sejak 2024, meski tetap membutuhkan pendekatan agar tidak memicu konflik.
“Semoga waktu yang diberikan oleh Pak Wali Kota bisa kami tindak lanjuti, dan tidak ada lagi benturan dengan pedagang saat proses sosialisasi,” kata Nursidah.


Tinggalkan Balasan