Staf Menteri ESDM Diduga Cawe-cawe di Musda HIPMI Malut, Peserta Pertanyakan Mandeknya Sidang

Staf Menteri ESDM, Boy Sangaji. Foto: Istimewa

Senjakota- Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku Utara kembali memunculkan polemik setelah proses sidang berlangsung lambat dan penuh tarik-menarik. Sejumlah peserta dan peninjau forum mempertanyakan alasan sidang yang tak kunjung mencapai keputusan.

Di tengah berlarut-larutnya proses, mencuat dugaan keterlibatan Boy Sangaji, salah satu staf di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang disebut-sebut ikut memengaruhi dinamika Musda. Boy disinyalir terlibat dalam mendorong dukungan terhadap salah satu kandidat ketua umum.

Beberapa peserta yang enggan disebut namanya menyebut keberadaan Boy Sangaji di sekitar arena Musda menimbulkan tanda tanya, terutama karena ia dianggap tidak berada dalam posisi netral.

Tangkapan layar strory WA Boy Sangaji yang diduga cawe-cawe di salah satu kandidat Caketum HIPMI Malut. Foto: Istimewa

Menurut mereka, ada indikasi keberpihakan terhadap seorang kandidat yang secara komposisi dukungan dinilai lebih lemah dibanding rivalnya.

“Kami melihat ada figur eksternal yang terlalu dalam ikut mendorong keputusan forum. Ini membuat perjalanan Musda tidak normal dan penuh intervensi,” ujar salah satu peserta.

Dinamika tersebut disebut menjadi salah satu penyebab sidang berjalan lambat. Sejumlah peserta menolak adanya tekanan atau arahan dari pihak yang tidak memiliki kewenangan struktural dalam organisasi, sehingga tensi perdebatan meningkat dan memperpanjang proses persidangan.

Peserta lainnya menegaskan bahwa Musda seharusnya berjalan sesuai mekanisme organisasi dan mengedepankan kedaulatan anggota HIPMI tanpa campur tangan pihak luar. Mereka mengingatkan bahwa keterlibatan figur eksternal, terutama yang diduga memiliki kedekatan politik dengan calon tertentu, berpotensi mengganggu independensi forum.

Hingga berita ini diterbitkan, Boy Sangaji maupun panitia Musda HIPMI Maluku Utara belum memberikan tanggapan atas dugaan tersebut. Polemik ini menambah tekanan bagi panitia dan pimpinan sidang untuk memastikan gelaran Musda berlangsung transparan, demokratis, dan bebas dari intervensi pihak mana pun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup