Pemkot Ternate Raih Penghargaan IMDI 2025, Bukti Komitmen Bangun Ekosistem Digital
Senjakota- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara menerima penghargaan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI di Ganara Art Space FX Sudirman, Jakarta.
Penghargaan ini diberikan atas capaian Kota Ternate sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik di kawasan Indonesia Timur berdasarkan pengukuran IMDI tahun 2025.
Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Viada Hafid mengungkapkan, bahwa survei IMDI 2025 dengan 18.000 responden menunjukkan peningkatan indeks literasi digital Indonesia dari 43,34 persen (2024) menjadi 44,53 persen (2025).
“IMDI tidak hanya mengukur literasi digital, tetapi juga menjadi indikator kemandirian daerah. Digitalisasi pemerintahan daerah berkorelasi positif dengan peningkatan kontribusi pajak dan retribusi,” jelasnya, Kamis, 2 Oktober 2025.
Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman menyampaikan apresiasi atas penghargaan ini. “Penghargaan ini adalah hasil kerja keras seluruh jajaran Pemkot Ternate, terutama Diskominfo dan Persandian. Semoga ini memotivasi seluruh OPD untuk memperkuat kinerja melalui sistem digital, termasuk penerapan SPBE,” ujar Wali Kota.
Tauhid menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai aspek pembangunan, termasuk peningkatan layanan publik, serta dukungan sektor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
Kepala Diskominfo dan Persandian Kota Ternate, Damish Bashir menambahkan bahwa penghargaan ini akan menjadi motivasi untuk memperluas literasi digital masyarakat.
“Kami berharap kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, khususnya Balai Besar Peningkatan SDM Kominfo, dapat terus terjalin untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Ternate,” katanya.
Selain penyerahan penghargaan IMDI, acara ini juga meluncurkan Garuda Spark Innovation Hub, sebuah wadah untuk mengembangkan ekosistem digital dan mendorong kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan startup kreatif.




Tinggalkan Balasan