Wali Kota Ternate Tekankan Kinerja dan Integritas dalam Pelantikan Pejabat Baru

senjakota.com senjakota.com
Pengambilan sumpah pejabat Administrasi dan Fungsional di lingkup Pemerintah Kota Ternate. (Istimewa)

Senjakota,- Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman resmi melantik 43 pejabat Administrasi dan Fungsional di lingkup Pemerintah Kota Ternate, Senin, 6 Oktober 2025.

Rotasi dan promosi pejabat ini dilakukan berdasarkan rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang tertuang dalam sejumlah Pertimbangan Teknis Aplikasi Integrated Mutasi (I-Mut), yang tertuang dalam nomor; https://drive.google.com/file/d/1Px-6SOtvKDW6IhsbZ76sFgR8oFOY2_xY/view?usp=drivesdk

Dalam sambutanya usai pengambilan sumpah, Tauhid menekankan pentingnya kinerja, integritas, dan adaptasi dalam pemerintahan.

“Pelantikan ini bukanlah akhir dari segalanya. Akan ada pelantikan-pelantikan berikutnya untuk mengisi jabatan lain, promosi, dan rotasi,” ujar Tauhid.

Ia mengingatkan prinsip bahwa jabatan tidak boleh diminta, melainkan diterima jika diperintahkan. Hal ini bertujuan untuk menghindari penyalahgunaan kekuasaan.

Tauhid juga menekankan bahwa rotasi dan reposisi dalam organisasi adalah hal yang wajar dan merupakan bagian dari kebutuhan organisasi. “Tidak perlu dibesar-besarkan,” tegasnya.

Tauhid menegaskan, penilaian kinerja akan menjadi fokus utama, dan manajemen talenta akan diterapkan untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

Ia mengungkapkan, bahwa proses persetujuan dan rekomendasi jabatan kini melalui Badan Kepegawaian Negara, yang memakan waktu karena pengecekan yang teliti.

“Fokus kita adalah pada kerja dan kinerja. Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) akan tetap dipertahankan, tetapi pembayarannya akan didasarkan pada kinerja. Jika tidak ada kinerja, TPP akan disesuaikan,” jelasnya.

Menyadari kondisi keuangan daerah yang sulit, Tauhid mengajak semua pihak untuk mencari cara mengganti komponen anggaran yang hilang. Ia menekankan pentingnya memilih orang yang tepat untuk mengelola dinas dan pendapatan daerah, orang yang benar-benar tahu cara bekerja dan mengeksplorasi potensi pendapatan.

“Kita harus menutup potensi kebocoran pendapatan dan menatap optimis meskipun sistem belum terbangun dengan baik,” katanya.

Sebagai wujud komitmen terhadap peningkatan kinerja, Tauhid berencana menerapkan semacam pakta kinerja bagi seluruh pejabat. Jika dalam kurun waktu 1,5 tahun kinerja seorang pejabat tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan, maka akan dilakukan evaluasi menyeluruh.

“Semua dinas harus bekerja keras, bersinergi, dan saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup