Prodi Ilmu Sejarah Unkhair Hadirkan Prof Visser dari Belanda, Bahas Dedikasi Riset Sahu dan Maluku Utara
Senjakota- Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair) menghadirkan Guru Besar Emeritus Wageningen University, Belanda, Prof Leontine E. Visser, dalam kuliah umum yang digelar Selasa, 27 Januari 2026.
Kuliah umum bertema Pengabdian untuk Penelitian Sahu dan Maluku Utara itu berlangsung di Ruang Mare, FIB Unkhair, Kampus II Gambesi, dan diikuti mahasiswa Ilmu Sejarah serta masyarakat umum.
Prof Visser dikenal sebagai peneliti yang mendedikasikan hidupnya untuk kajian kebudayaan Sahu dan Maluku Utara. Selama lebih dari 45 tahun, alumnus Leiden University tersebut secara konsisten melakukan penelitian lapangan, bolak-balik Belanda–Maluku Utara, hingga karyanya mendapat tempat istimewa di tengah masyarakat Sahu.
“Dedikasi beliau untuk Sahu tidak pernah padam. Meski usia kian senja dan tidak lagi memungkinkan melakukan perjalanan rutin ke Maluku Utara, kontribusinya tetap hidup melalui karya-karyanya,” ujar salah satu panitia kegiatan.
Sejumlah karya Prof Visser menjadi fondasi penting dalam studi kebudayaan dan sejarah masyarakat pedesaan, khususnya pada masa transisi dari tradisionalitas menuju modernisasi.
Beberapa karyanya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, di antaranya Sejarah dan Kebudayaan Sahu, Kain Adat Sahu (diterbitkan bilingual Indonesia–Inggris), serta Pantun Tradisional Ternate yang masih dalam proses penyelesaian.
Selain itu, ia juga menulis sejumlah buku berbahasa Inggris dan Belanda yang mencakup wilayah Indonesia Timur, termasuk Kenang-Kenangan Pangreh Praja Papua yang diterbitkan Gramedia. Prof Visser juga tercatat sebagai perintis penyusunan kamus bahasa daerah pertama di Maluku Utara melalui Kamus Sahu–Inggris.
Tak hanya lewat tulisan, kontribusi Prof Visser juga terekam dalam karya visual. Foto-foto Maluku Utara era 1970–1980-an hasil bidikannya dipamerkan di Benteng Orange pada 2024 dan 2025.
Ia juga terlibat dalam produksi film dokumenter Pesta Panen Adat Sahu bersama sineas Sinta Jowersma, yang diproduksi di Leiden pada 1987. Film tersebut kini dapat diakses secara luas melalui kanal YouTube Wereldmuseum Leiden.
Dalam kuliah umumnya, Prof Visser memaparkan seluruh perjalanan risetnya menggunakan bahasa Indonesia yang lugas. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda Maluku Utara dalam menjaga dan mendokumentasikan kebudayaan lokal.
“Jika bukan kalian masyarakat Maluku Utara yang menjaganya, lalu siapa lagi yang merawat budaya ini,” ujar Prof Visser di hadapan peserta kuliah.
Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Sejarah FIB Unkhair, Jainul Yusup, mengatakan kuliah umum ini rutin digelar setiap awal semester untuk memperkaya wawasan dan pengalaman riset mahasiswa.
“Kami menghadirkan peneliti dan akademisi berpengalaman. Siapa yang tidak mengenal Prof Visser? Sudah 45 tahun beliau meneliti Sahu dan Maluku Utara. Semoga mahasiswa Ilmu Sejarah terinspirasi dari pengalaman dan dedikasi beliau,” kata Jainul.




Tinggalkan Balasan