Pengalihan Sandar Kapal Bongkar Dugaan Masalah Struktur Dermaga Sultan Mudaffar Syah II

Ilham Senja senjakota.com
KM. Holly Mary saat melakukan uji layak sandar di Pelabuhan Sultan Mudaffar Syah II Ternate. Foto: Istimewa

Senjakota- Kelayakan struktur Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II yang berada di Kelurahan Dufa-Dufa, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate mulai dipertanyakan setelah Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ternate mengalihkan aktivitas sandar kapal ke Pelabuhan Ahmad Yani.

Kebijakan ini tak hanya memicu polemik ekonomi, tetapi juga membuka ruang evaluasi serius atas tata kelola dan pengawasan infrastruktur strategis tersebut.

Kepala Seksi Keselamatan Penjagaan dan Patroli KSOP Kelas II Ternate, Gandi, menyatakan evaluasi menyeluruh dilakukan menyusul insiden truk terperosok di area dermaga pada tahun lalu. Peristiwa itu dinilai menjadi indikator adanya persoalan pada daya dukung konstruksi.

“Setelah dilakukan pengecekan, kami menilai perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap kondisi dermaga. Keselamatan tetap menjadi prioritas,” ujar Gandi.

Namun, insiden yang terjadi sebelumnya itu justru memunculkan pertanyaan baru. Jika dermaga kini dinilai memerlukan evaluasi total, publik mempertanyakan bagaimana sistem inspeksi rutin dijalankan selama ini. Apakah pengawasan dilakukan secara berkala dan terdokumentasi, atau baru bergerak setelah terjadi insiden?

KSOP menyebut perbaikan tak hanya menyasar konstruksi, tetapi juga pengetatan pengaturan kendaraan bermuatan yang masuk ke area pelabuhan.

“Akan diterapkan batas maksimal beban dan skema pengaturan bertahap kendaraan guna menyesuaikan kapasitas struktur,” ungkapnya.

Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mengakui adanya persoalan ketidaklayakan dermaga yang harus segera dibenahi. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen mempercepat perbaikan agar aktivitas pelabuhan kembali normal.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa persoalan ketidaklayakan dermaga ini akan segera diperbaiki,” kata Rizal.

Ia juga mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, guna mengupayakan dukungan anggaran melalui APBN tahun ini.

Meski demikian, komitmen percepatan perbaikan belum sepenuhnya menjawab akar persoalan tata kelola. Publik menanti transparansi hasil kajian teknis, termasuk data kelayakan struktur, batas aman beban, hingga rekomendasi ahli independen. Tanpa itu, polemik kelayakan pelabuhan berisiko berulang.

Hasil Uji Layak Sandar 

Pada 31 Desember 2022 KM. Holly Mary melakukan uji layak sandar di pelabuhan Sultan Mudaffar Syah II dengan hasil baik.

Dalam uji layak sandar tersebut disaksikan oleh Kepala KSOP Kelas II Ternate, Alexander Selang Allokendek beserta Kabid Perhubungan Laut, Dishub Kota Ternate, Nandi Naser.

Meski hasilnya baik, saat uji sandar itu berlangsung sempat terjadi guncangan saat kapal mulai sandar.

“Kita lihat bersama pada pukul 09.30 wit tadi, kita sudah melaksanakan uji kelayakan sandar. Semua berjalan dengan baik akan tetapi ada sedikit guncangan terhadap Pelabuhan,” ungkap Alexander.

Penolakan Kapal Ukuran Besar Untuk Sandar di Pelabuhan Sultan Mudaffar Syah II

Setelah dilakukan uji layak sandar, Kapten Kapal KM. Holly Mary, Sudin justru menolak pindah dari pelabuhan Ahmad Yani untuk sandar di Pelabuhan Sultan Mudaffar Syah II.

Bukan tanpa alasan, Sudin beralasan ukuran dan kondisi pelabuhan Mudaffar Syah II tidak memungkinkan atau tidak layak untuk kapal berukuran besar bersandar.

“Kapal dengan ukuran di atas 500 Gross Tonnage (GT) tidak layak sandar karena ukuran kapal dan pelabuhan hampir sama, kalau ukuran di bawah 500 GT tidak apa-apa,” ucapnya, Sabtu, 7 Januari 2023.

Meski demikian, Pelabuhan Sultan Mudaffar Syah II tetap menjadi tempat berlabu kapal besar sejak diresmikannya ruang tunggu dan fasilitas penunjang lainnya oleh Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman pada Rabu, 4 Januari 2023.

Setelah itu, berselang beberapa bulan tepatnya 4 Juni 2023 Kapal Motor (KM) Queen Mery resmi berlayar dari pelabuhan Sultan Mudaffar Syah II Dufa-Dufa Ternate tujuan pelabuhan Imam Lastori Morotai via pelabuhan Dama, Loloda Kepulauan di Halmahera Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup