Ratusan Pedagang dan Pekerja Dufa-Dufa Protes Pengalihan Rute Kapal, Ancam Blokir Jalan

senjakota.com senjakota.com
Aksi blokade jalan menuju bandara sultan Baabullah Ternate. Foto: Istimewa

Senjakota- Ratusan pelaku usaha dan pekerja di Pasar Dufa-Dufa, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara memblokade Jalan Batu Angus, jalur utama menuju Bandara Sultan Baabullah.

Mereka memprotes perubahan rute operasional KM Cahaya Nusantara dan KM Queen Mary dari Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II ke Pelabuhan Ahmad Yani.

Koordinator Aksi Arif Hi Ahmad mengatakan, Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II bukan sekadar tempat bersandar kapal, tetapi pusat perputaran ekonomi warga Dufa-Dufa.

“Di sini ada buruh bagasi, sopir angkutan barang dan penumpang, tukang ojek, pedagang, hingga pelaku UMKM. Kalau aktivitas pelabuhan terganggu, seluruh rantai ekonomi ikut lumpuh,” kata Arif, Kamis, 26 Februari 2026.

Arif menilai, selama ini KM Cahaya Nusantara tetap beroperasi tanpa kendala berarti. Karena itu, polemik antar-operator kapal dinilai tidak seharusnya berdampak pada pekerja kecil yang menggantungkan penghasilan harian di kawasan pelabuhan.

Ia menegaskan, tanggung jawab atas kelayakan fasilitas dermaga berada di tangan pemerintah. Massa mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil sikap untuk memastikan kepastian operasional kapal sekaligus menjamin keberlangsungan mata pencaharian warga.

“Jangan sampai kebijakan ini justru mematikan ekonomi kami,” ujar Arif.

Dalam aksi tersebut, massa juga memberikan ultimatum. Jika dalam waktu 1 x 24 jam tidak ada kejelasan dan KM Queen Mary tetap tidak beroperasi di Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II, mereka mengancam akan memblokir jalan utama di Kelurahan Dufa-Dufa.

Aksi ini diikuti berbagai elemen pelaku usaha dan pekerja Pasar Dufa-Dufa yang selama ini bergantung pada aktivitas pelabuhan sebagai sumber utama penghasilan.

Terpisah, Kepala Seksi Keselamatan Penjagaan dan Patroli KSOP Kelas II Ternate, Gandi, mengatakan aspek keselamatan pelayanan menjadi prioritas dan tidak ada toleransi terhadap potensi risiko.

Menurut dia, keputusan pengalihan rute kapal diambil setelah hasil pengecekan tahun lalu menemukan insiden truk terperosok di area dermaga, sehingga diperlukan evaluasi terhadap kelayakan struktur.

“Setelah dilakukan pengecekan, kami menilai perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap kondisi dermaga. Keselamatan tetap menjadi prioritas,” kata Gandi.

Ia menambahkan, selain perbaikan konstruksi dermaga, penataan sistem transportasi kendaraan yang masuk ke area pelabuhan juga perlu disesuaikan dengan daya dukung struktur. Ke depan, akan diberlakukan persyaratan teknis terkait batas beban yang dapat ditampung dermaga, termasuk pengaturan kendaraan bermuatan dari luar area pelabuhan.

“Dengan adanya rencana perbaikan dari pemerintah daerah, kami berharap ke depan kondisi dermaga akan lebih baik dan standar keselamatan dapat terpenuhi,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup