Raker Komwil VI APEKSI 2026, Tauhid: Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Tantangan Daerah
Senjakota- Wakil Ketua Bidang Inklusi dan HAM Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Tauhid Soleman, menekankan pentingnya kolaborasi antar daerah dalam menghadapi berbagai tekanan fiskal dan tantangan pembangunan saat ini.
Hal itu disampaikan Tauhid saat membuka Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Komwil) VI APEKSI Tahun 2026 di Hotel Claro, Kota Kendari, Kamis, 14 Mei 2026.
Menurut Tauhid, pemerintah daerah saat ini sedang berada dalam situasi yang tidak mudah. Di tengah tekanan ekonomi global dan dinamika geopolitik dunia, daerah dituntut tetap menjalankan pembangunan dengan kapasitas fiskal yang terbatas.
“Mulai dari isu transfer ke daerah, pembatasan belanja pegawai, hingga persoalan PPPK dan proyek strategis nasional di daerah, semuanya membutuhkan kebijakan yang tepat dan bijaksana,” ujarnya.
Ia menyebut, selain persoalan fiskal, daerah juga dihadapkan pada berbagai isu sektoral seperti pengelolaan sampah, tata kelola digital, hingga penanggulangan bencana.
Karena itu, kata dia, kolaborasi menjadi strategi yang tidak bisa ditawar lagi.
“Melalui Komwil maupun APEKSI secara nasional, kita harus saling berbagi praktik baik, saling mendukung, dan mencari solusi bersama,” lanjut Wali Kota Ternate itu.
Tauhid mencontohkan, semangat kolaborasi antar daerah sudah terlihat saat bencana melanda sejumlah wilayah di Sumatera, seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Melalui wadah APEKSI, berbagai kota mampu memberikan dukungan nyata bagi daerah terdampak.
Di sisi lain, APEKSI juga tengah mendorong penguatan daya saing daerah melalui penyusunan buku City Branding dan Center of Excellence yang memuat potensi unggulan dari 98 kota di Indonesia.
“Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya ‘local goes global’, agar potensi daerah tidak hanya dikenal secara nasional, tetapi juga di tingkat internasional,” katanya.
Beberapa langkah konkret juga telah dilakukan, seperti promosi potensi Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan di Hotel Borobudur Jakarta, hingga partisipasi produk unggulan Kota Mojokerto dalam Indonesia Fair 2026 di Nagoya, Jepang.
Selain itu, APEKSI juga memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, di antaranya dengan GIZ SETI untuk isu konservasi energi, PIJAR Foundation terkait kesehatan masyarakat dan ketahanan iklim, serta Bank BTN dalam pengembangan skema pembiayaan alternatif.
Tak hanya itu, APEKSI juga tengah membentuk kelompok kerja (pokja) untuk mengkaji revisi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
“Rekomendasi dari kajian ini nantinya akan dibahas dalam Rakernas APEKSI di Medan,” ujar Tauhid.
Ia pun mengajak seluruh pemerintah kota untuk tidak menyerah dengan kondisi yang ada, melainkan menjadikan tantangan sebagai pemicu inovasi.
“Intinya kita tidak boleh terpuruk. Tantangan harus menjadi cambuk untuk berinovasi melalui kolaborasi demi keberhasilan pembangunan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Tauhid juga mengundang seluruh peserta untuk menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI yang akan digelar pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026 di Kota Medan.
Rakerwil Komwil VI APEKSI ini diikuti oleh para wali kota dan jajaran dari berbagai daerah, serta menjadi forum strategis untuk merumuskan rekomendasi yang akan dibawa ke tingkat nasional.




Tinggalkan Balasan