Herman Khaeron Optimistis Nasri Abubakar Bisa Besarkan Demokrat di Maluku Utara

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP, Herman Khaeron (tengah) saat diwawancarai sejumlah awak media usai membuka Musda ke-V DPD Partai Demokrat Maluku Utara. Foto: Ilham

Senjakota- Partai Demokrat menargetkan perolehan satu kursi DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Maluku Utara pada pemilu mendatang. Target tersebut dinilai realistis, mengingat Demokrat pernah mencatatkan kejayaan politik di Maluku Utara.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, mengatakan target tersebut menjadi salah satu fokus konsolidasi partai di Maluku Utara dalam lima tahun ke depan.

“Kalau kita punya tujuan, paling tidak kami ingin mendapatkan satu kursi DPR RI. Ini suatu hal yang realistis,” kata Herman.

Selain membidik kursi DPR RI, Demokrat juga menargetkan penambahan kursi di DPRD Provinsi Maluku Utara maupun DPRD kabupaten/kota.

Menurut Herman, target penambahan kursi tersebut bukan sesuatu yang berlebihan. Sebab, Demokrat pernah menjadi salah satu kekuatan politik yang diperhitungkan, bahkan sempat menduduki posisi pimpinan DPRD Provinsi Maluku Utara.

“Idealnya adalah sesuai dengan jumlah dapil plus. Dapil plus itu bisa satu, bisa dua. Jadi, tidak muluk-muluk juga target kami,” ujarnya.

Herman optimistis kepemimpinan baru DPD Demokrat Maluku Utara mampu mengonsolidasikan kekuatan partai hingga tingkat kabupaten/kota untuk mencapai target tersebut.

Ia juga menyampaikan keyakinannya terhadap Nasri Abubakar yang didorong menjadi bakal calon Ketua DPD Demokrat Maluku Utara melalui proses Musyawarah Daerah (Musda).

“Kami yakin Pak Nasri mampu menakhodai Partai Demokrat di Maluku Utara, menakhodai seluruh kabupaten/kota untuk bisa menambah suara, menambah kursi, dan insyaallah menang,” katanya.

Percepatan Konsolidasi Organisasi

Di sisi lain, Herman menjelaskan pelaksanaan Musda Demokrat Maluku Utara merupakan bagian dari percepatan konsolidasi organisasi untuk menghadapi agenda politik mendatang.

Menurutnya, percepatan dilakukan karena konsolidasi pada periode sebelumnya mengalami keterlambatan akibat pandemi COVID-19 serta dinamika internal partai, termasuk upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat.

“Memasuki periode selanjutnya, kami harus melakukan percepatan. Dalam AD/ART disebutkan bahwa salah satu yang dikategorikan sebagai musyawarah daerah luar biasa adalah melakukan percepatan,” jelasnya.

Ia menegaskan, pelaksanaan Musda dengan mekanisme percepatan telah melalui persetujuan para ketua DPD dan tetap berpedoman pada AD/ART serta peraturan organisasi.

Herman menyebut, Musda kali ini juga menjadi momentum melanjutkan kepemimpinan sebelumnya melalui proses kaderisasi. Ia mengapresiasi langkah Rahmi yang dinilai memberikan ruang bagi regenerasi kepemimpinan dengan mendorong Nasri Abubakar.

Berdasarkan hasil verifikasi tim Badan Pembinaan Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (BPOKK), Nasri telah diusung secara aklamasi sebagai bakal calon Ketua DPD Demokrat Maluku Utara.

Namun, Herman menegaskan penetapan sebagai bakal calon maupun calon tunggal dalam Musda belum otomatis menjadikan Nasri sebagai ketua definitif.

Setelah melalui sidang pleno Musda dan ditetapkan sebagai calon, nama tersebut selanjutnya akan diusulkan kepada DPP untuk mendapatkan keputusan Ketua Umum Partai Demokrat.

“Kalau nanti ditetapkan sebagai calon tunggal, itu juga belum berarti sebagai Ketua DPD. Setelah ditetapkan dalam sidang-sidang, namanya diusulkan ke DPP untuk selanjutnya ditetapkan oleh ketua umum,” ujarnya.

Ia menambahkan, Demokrat tetap membuka ruang demokrasi bagi seluruh kader, baik yang telah lama bergabung maupun kader baru. Bahkan, partai juga membuka kesempatan bagi tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, profesional hingga birokrat yang telah memasuki masa pensiun untuk bergabung.

Menurut Herman, kesempatan tersebut diberikan melalui sistem meritokrasi sehingga setiap kader memiliki peluang yang sama untuk berkontribusi dan menempati posisi strategis, termasuk menjadi calon anggota legislatif maupun calon kepala daerah.

“Ruang demokrasi di Demokrat sangat terbuka, namun tetap kami bingkai melalui sebuah sistem yang mengedepankan persatuan, kesatuan, dan kekeluargaan. Kami membangun semua ini bukan hanya untuk Partai Demokrat, tetapi untuk masyarakat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup