Minim Transparansi dari BP2RD, Realisasi PAD 2025 Tidak Diketahui Wawali Ternate

Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar. Foto: Istimewa

Senjakota- Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, mengaku hingga kini belum mengetahui realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Ternate tahun 2025. Padahal, ia menerima pendelegasian langsung dari Wali Kota Ternate untuk melakukan pengawasan terhadap capaian PAD.

Nasri menyebut ketidaktahuan tersebut disebabkan tidak adanya laporan rutin yang disampaikan Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate sejak terjadi pergantian pimpinan di instansi itu. Kondisi ini, kata dia, berbeda dengan periode sebelumnya.

“Sebelum pergantian pimpinan di BP2RD, setiap pekan saya selalu menerima laporan realisasi PAD. Namun setelah pergantian pimpinan, laporan itu tidak lagi saya terima,” ujar Nasri, Senin, 15 Desember 2025

Menurut Nasri, laporan berkala merupakan instrumen penting dalam menjalankan fungsi pengawasan dan evaluasi, khususnya untuk memastikan capaian PAD berjalan sesuai target yang telah ditetapkan dalam APBD. Tanpa laporan yang jelas dan rutin, pengawasan menjadi tidak optimal.

Ia juga menekankan pentingnya ketersediaan data potensi PAD yang akurat dan terukur di BP2RD. Nasri menilai, penetapan target PAD selama ini masih belum sepenuhnya didasarkan pada data riil di lapangan.

“Data potensi itu sangat penting. BP2RD harus memiliki peta potensi yang jelas dan valid, sehingga Pemerintah Kota Ternate dapat menetapkan target PAD 2026 berdasarkan data riil, bukan sekadar asumsi,” tegasnya.

Nasri mengingatkan, penetapan target PAD tanpa basis data yang kuat berpotensi melahirkan target yang tidak realistis dan berulang kali meleset dari capaian. Hal tersebut, lanjutnya, akan berdampak langsung pada kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik.

Meski demikian, Wakil Wali Kota Ternate tetap mendorong jajaran BP2RD untuk segera melakukan pembenahan, baik dari sisi pendataan potensi, sistem pelaporan, maupun koordinasi internal.

“PAD adalah urat nadi pembangunan daerah. Jika dikelola dengan data yang benar, transparan, dan terukur, maka target PAD akan lebih rasional dan dapat dicapai,” ujarnya.

Ia berharap ke depan komunikasi antara BP2RD dan pimpinan daerah dapat berjalan lebih baik, sehingga pengawasan menjadi lebih efektif dan perencanaan PAD tahun 2026 benar-benar mencerminkan kondisi riil Kota Ternate.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup