DPRD Nilai Pariwisata Bisa Dongkrak PAD Kota Ternate

Wakil Ketua II DPRD Kota Ternate, Jamian Kolengsusu. Foto: Istimewa

Senjakota- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate menaruh harapan besar terhadap pengembangan sektor pariwisata agar ke depan masuk tiga besar penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Ternate.

Wakil Ketua II DPRD Kota Ternate, Jamian Kolengsusu, mengatakan peluang tersebut sangat terbuka mengingat Ternate memiliki potensi wisata yang sangat beragam dan menjanjikan.

“Kota Ternate kaya akan obyek wisata laut, wisata alam, wisata budaya dan sejarah, hingga Geopark. Semua potensi ini harus didorong secara serius untuk menunjang PAD,” ujar Jamian.

Harapan itu disampaikan Jamian usai kunjungan kerja Komisi II DPRD Kota Ternate ke Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) pekan lalu. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat peran pemerintah daerah dalam meningkatkan PAD, khususnya dari sektor pariwisata.

Menurutnya, Halmahera Barat saat ini dinilai lebih maju dalam pengelolaan pariwisata dibandingkan Kota Ternate, salah satunya melalui Festival Teluk Jailolo yang telah dikenal hingga tingkat internasional.

“Dari sisi pariwisata, Halbar bisa dikatakan satu tingkat di atas Kota Ternate. Target PAD pariwisata mereka bisa lebih dari Rp 1 miliar dan bahkan melampaui target,” katanya.

Sementara itu, PAD sektor pariwisata Kota Ternate ditargetkan sekitar Rp400 juta dan realisasinya belum mencapai 50 persen. Kondisi ini dinilai memprihatinkan jika dibandingkan dengan potensi besar yang dimiliki Kota Ternate sebagai pintu masuk utama Maluku Utara.

Jamian menilai, Kota Ternate seharusnya bisa menjadi contoh bagi daerah lain karena memiliki wisata laut, pantai, danau, sejarah, budaya, serta akses transportasi yang strategis.

Ia berharap pemerintahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate, Tauhid–Nasri, bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dapat bersinergi dan berkoordinasi dalam menggenjot PAD melalui sektor pariwisata.

“Di banyak daerah, pariwisata masuk tiga besar penyumbang PAD, bahkan di Bali dan Yogyakarta menjadi penyumbang utama. Ternate harus bisa seperti itu,” tegasnya.

Jamian menekankan agar sektor pariwisata tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan sebagai potensi besar yang harus dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

“Kota Ternate dengan branding Kota Rempah harus dipromosikan secara maksimal. Pariwisata dan budaya adalah kekuatan kita yang bisa mendongkrak PAD ke depan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup