Pelita dan Bappelitbangda Ternate Studi Komparasi Pengelolaan Wisata di Manado

Senjakota- Sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Pers Liputan Kota (Pelita) bersama Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Thamrin Marsaoly, melakukan studi komparasi ke Kota Manado, Sulawesi Utara.

Salah satu lokasi yang dikunjungi yakni destinasi wisata alam Danau Linow di Desa Lahendong, Kota Tomohon.

Ketua Pelita, Ramlan Harun, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Pers Liputan Kota dan Pemerintah Kota Ternate dalam mendorong pengembangan sektor pariwisata daerah.

Studi komparasi ini, kata Ramlan diisi dengan sejumlah agenda, mulai dari kunjungan ke destinasi wisata hingga kegiatan Bajalan Kaki (Bajaka).

“Ini merupakan wujud sinergitas antara Pelita dan Pemkot Ternate. Ada beberapa agenda yang kita lakukan, seperti kunjungan ke objek wisata dan kegiatan Bajaka,” ujar Ramlan.

Menurutnya, kunjungan ke destinasi wisata di daerah lain bertujuan melihat langsung sistem pengelolaan objek wisata sebagai bahan pembanding. Hal tersebut diharapkan dapat menjadi masukan bagi Pemerintah Kota Ternate, mengingat masih terdapat sejumlah potensi wisata yang belum dikembangkan secara optimal.

“Dalam agenda ini juga hadir Kepala Bappelitbangda dan Sekda. Apa yang kita lihat di sini bisa menjadi bahan evaluasi sekaligus rekomendasi bagi pemerintah daerah,” katanya.

Selain itu, Ramlan menilai kegiatan Bajaka memiliki nilai strategis sebagai kampanye hidup sehat sekaligus sarana promosi daerah. Melalui penggunaan kaos Bajaka, Pelita turut memperkenalkan branding “Ternate Kota Rempah” kepada masyarakat di luar daerah, khususnya di Manado.

“Untuk pembiayaan, kegiatan ini dilaksanakan secara mandiri dengan tetap bersinergi bersama pemerintah, terutama melalui dukungan langsung dari Kepala Bappelitbangda,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Thamrin Marsaoly, menjelaskan bahwa studi komparasi tersebut bertujuan untuk melihat praktik terbaik (best practice) dalam pengelolaan destinasi wisata dan perencanaan pembangunan yang dapat diadaptasi di Ternate.

“Diharapkan Dinas Pariwisata Kota Ternate dapat menganalisis efisiensi pengelolaan, manajemen, serta pengembangan sumber daya manusia di sektor pariwisata, sehingga ke depan objek wisata di Ternate semakin berkualitas dan mampu menggerakkan kawasan UMKM,” ujar Thamrin.

Thamrin yang juga menjabat sebagai Ketua Bajaka Ternate menambahkan, kegiatan tersebut memiliki dua tujuan utama, yakni memperkuat sinergi pembangunan pariwisata serta menghidupkan kembali budaya olahraga jalan kaki sebagai aktivitas sederhana namun menyehatkan.

“Kita terus mengampanyekan hidup sehat melalui jalan kaki, termasuk saat berada di Manado. Sekaligus kita melihat langsung bagaimana masyarakat di sini menerapkan pola hidup sehat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup