Survei Litbang HalmaheraPost: Rizal Marsaoly Teratas dalam Peta Awal Calon Wali Kota Ternate 2030

Sekertaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly. Foto: Ilham

Senjakota- Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menempati posisi teratas dalam peta awal figur potensial bakal calon Wali Kota Ternate 2030 versi survei Litbang HalmaheraPost.

Rizal unggul dengan tingkat popularitas mencapai 89 persen dan likeabilitas 85 persen. Capaian tersebut menempatkannya di atas Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, serta politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Zulkifli Umar.

Survei yang dilakukan pada November–Desember 2025 terhadap 400 responden ini mencatat Nasri Abubakar berada di peringkat kedua dengan popularitas 70 persen dan likeabilitas 61 persen. Sementara Zulkifli Umar menempati posisi ketiga dengan tingkat popularitas 68 persen dan likeabilitas 60 persen.

Direktur Litbang HalmaheraPost, Jufri Abubakar, menjelaskan bahwa pada fase awal kontestasi politik, popularitas dan tingkat kesukaan publik menjadi indikator penting untuk membaca peta elektoral.

“Popularitas dan likeabilitas adalah modal awal, bukan jaminan kemenangan,” ujar Jufri, Senin 15 Desember 2025.

Menurut Litbang HalmaheraPost, keunggulan Rizal Marsaoly tidak semata didorong oleh posisinya sebagai Sekretaris Daerah, tetapi juga oleh persepsi positif publik terhadap kinerja dan citra personalnya.

Sementara itu, pada figur Nasri Abubakar terlihat adanya jarak antara tingkat pengenalan dan penerimaan publik, yang menunjukkan kuatnya asosiasi terhadap jabatan struktural yang saat ini diemban.

Adapun Zulkifli Umar dinilai memiliki basis penerimaan yang relatif stabil, terutama dari pemilih ideologis PKS dan rekam jejaknya di legislatif. Tantangan utama Zulkifli adalah memperluas dukungan di luar basis inti partai.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error ±5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Litbang HalmaheraPost menegaskan, peta elektoral Pilkada Ternate 2030 masih sangat cair dan berpotensi berubah seiring kinerja, komunikasi publik, serta kemampuan para figur membangun kedekatan emosional dengan pemilih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup