Reses di Sangaji, Warga Keluhkan Banjir hingga Akses Kuburan, Sartini Janji Perjuangkan Bertahap

Ilham Senja senjakota.com
Anggota DPRD Kota Ternate, Sartini Hanafi saat melangsungkan reses di Kelurahan Sangaji. Foto: Ilham Senja

Senjakota- Antusiasme warga mewarnai reses Anggota DPRD Kota Ternate, Sartini Hanafi, yang digelar di Gedung Pemuda, Kelurahan Sangaji, Kecamatan Ternate Utara, Kamis, 14 Mei 2026.

Dalam pertemuan itu, berbagai keluhan langsung disampaikan warga, mulai dari persoalan infrastruktur hingga kebutuhan layanan dasar di lingkungan mereka.

Salah satu aspirasi datang dari Sadek Kahar yang menyoroti kondisi akses menuju area pemakaman. Ia menyebut, selain jalan yang masih berupa tanah, warga juga membutuhkan fasilitas mobil jenazah.

“Di sini kami memerlukan mobil jenazah karena lokasi pekuburan cukup jauh. Selain itu, jalan menuju pekuburan juga butuh perhatian karena masih jalan tanah,” ujar Sadek.

Keluhan lain disampaikan Muhammad Suhud terkait persoalan drainase dan jalan paving di wilayah RW 04. Menurutnya, banjir kerap terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa jam.

“Kalau hujan turun dengan durasi 3 sampai 4 jam, rumah warga, termasuk rumah Pak Lurah, sering kebanjiran. Masalah ini sudah kami sampaikan di musrenbang tingkat kelurahan dan kecamatan, tapi belum diakomodir. Melalui reses ini, kami berharap bisa menjadi prioritas,” kata Suhud.

Warga Kelurah Sangaji saat menyampaikan aspirasi kepada Anggota DPRD Kota Ternate, Sartini Hanafi. Foto: Ilham Senja

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Sartini Hanafi memastikan seluruh masukan warga akan ditampung dan diperjuangkan secara bertahap melalui mekanisme yang ada.

“Aspirasi-aspirasi ini saya tampung semua. Saya akan upayakan untuk mendorongnya secara bertahap, baik melalui musrenbang maupun lewat pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD,” ujar Sartini.

Ia juga mengakui, kondisi keuangan daerah saat ini menjadi tantangan tersendiri. Pemangkasan transfer pusat ke daerah (TKD) serta capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum maksimal membuat pemerintah harus lebih selektif dalam menentukan prioritas pembangunan.

“Dengan kondisi keuangan daerah yang mengalami pemangkasan TKD dan PAD yang belum mencapai target, maka kebutuhan yang sifatnya mendesak akan kita dorong menjadi prioritas,” tambahnya.

Secara umum, reses tersebut menjadi ruang bagi warga Sangaji untuk menyuarakan berbagai persoalan yang selama ini belum terakomodasi, terutama terkait infrastruktur dasar seperti drainase, akses jalan, penanganan banjir rob, hingga fasilitas layanan kemasyarakatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup