Di Kedaton Kesultanan, Rizal Marsaoly dan Ikhtiar Merawat Nilai Budaya Lewat Generasi Muda

Sekertaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly saat dikukuhkan menjadi anggota kehormatan oleh Ketua Gemusba, Jou Ngofa Kaicil Ismuul Sujud di Pendopo Kedaton Kesultanan Ternate. Foto: Ongky

Senjakota- Malam itu, Kedaton Kesultanan Ternate tak sekadar menjadi ruang seremoni. Di bawah cahaya lampu dan balutan prosesi adat, Rizal Marsaoly dikukuhkan sebagai Anggota Kehormatan Generasi Muda Sultan Baabullah (Gemusba), Senin, 9 Februari 2026.

Pengukuhan ini bukan hanya penanda status, tetapi juga simbol pertautan antara pemerintah, pemuda, dan nilai-nilai Kesultanan yang terus dijaga lintas generasi.

Prosesi adat dipimpin Sultan Ternate yang diwakili Jou Ngofa Kaicil, Ismuul Sujud selaku Ketua Gemusba. Sejumlah tokoh hadir menyaksikan, mulai dari Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, tokoh adat, tokoh pemuda, hingga masyarakat yang memenuhi area Kedaton.

Usai dikukuhkan, Rizal menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia menyebut, pengukuhan ini menjadi tanggung jawab moral untuk ikut menjaga dan menghidupkan nilai-nilai Kesultanan di tengah dinamika generasi muda saat ini.

“Alhamdulillah, malam ini menjadi kebanggaan bagi saya. Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi amanah yang harus dijalankan dan diamalkan,” ujar Rizal.

Ia mengungkapkan, sebelum prosesi berlangsung, dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Sultan Ternate terkait makna dan tanggung jawab yang melekat pada status anggota kehormatan Gemusba.

Momentum pengukuhan itu, menurutnya, terasa semakin bermakna karena bertepatan dengan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang digelar oleh Gemusba.

Bagi Rizal, penguatan peran generasi muda tak bisa dilepaskan dari akar budaya. Ia menilai, tujuh prinsip nilai dasar Kesultanan Kie Se Gam perlu terus diwariskan sebagai pedoman hidup, terutama bagi anak muda yang kini hidup di tengah arus perubahan sosial dan teknologi.

“Organisasi kepemudaan punya peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak, berbudaya, dan memiliki tanggung jawab sosial,” katanya.

Pemerintah Kota Ternate, lanjut Rizal, siap membuka ruang kolaborasi dengan Gemusba melalui berbagai kegiatan kepemudaan. Ia menyebut, sinergi tersebut sejalan dengan agenda nasional dalam menyiapkan generasi emas 2045.

Menurutnya, dialog dan diskusi menjadi kunci agar generasi muda tidak hanya menjadi objek kebijakan, tetapi juga subjek yang aktif merespons tantangan zaman.

“Kita akan membuka ruang-ruang diskusi untuk melahirkan ide-ide cerdas dan kreatif, sekaligus merespons fenomena sosial yang dihadapi generasi muda hari ini,” ucapnya.

Rizal juga menyinggung pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan dalam menyikapi kebijakan publik, termasuk upaya menjaga ketenteraman masyarakat melalui penerapan kebijakan jam malam.

“Insyaallah, sinergi ini akan terus kita jaga demi kepentingan masyarakat,” tutupnya.

Pengukuhan tersebut diharapkan menjadi titik temu antara pemerintah daerah, Kesultanan Ternate, dan Gemusba dalam merawat nilai budaya sekaligus menyiapkan generasi muda yang berkarakter dan mampu menjawab tantangan masa depan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup