Reses DPRD Ternate, Sartini Hanafi Temukan Sejumlah Persoalan di SMPN 5
Senjakota- Anggota DPRD Kota Ternate, Sartini Hanafi, menemukan sejumlah persoalan di SMP Negeri 5 saat menggelar reses masa persidangan II tahun 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) IV Ternate Utara.
Kegiatan reses itu dilakukan bersama anggota DPRD Kota Ternate dari dapil yang sama di antaranya Muhammad Syaiful, Mochtar Bian, dan Marni Ahadi.
Dalam pertemuan itu, para guru menyampaikan berbagai keluhan, mulai dari persoalan kesejahteraan hingga kondisi infrastruktur sekolah yang dinilai memprihatinkan.
Sartini mengatakan, salah satu persoalan utama yang disampaikan guru adalah terhentinya dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).
“Guru-guru mengeluhkan terkait BOSDA yang biasanya tiap bulan disalurkan, tapi ini sudah beberapa bulan terahir belum disalurkan, padahal itu sangat penting untuk menunjang kebutuhan operasional sekolah,” kata Sartini.
Sartini mengaku, dari penuturan pihak sekolah akibat dari belum disalurkannya dana BOSDA, 3 tenaga pembantu di sekolah harus di rumahkan.
“Jadi ada 3 tenaga pembantu yang di SK kan oleh Dinas Pendidikan Kota Ternate harus dirumahkan karena pihak sekolah kewalahan membayar gaji mereka karena keterbatasan anggaran,” ujar Sartini.
Selain itu, Sartini mengaku para guru juga mengeluhkan pembayaran gaji yang diterima di akhir bulan. Mereka berharap sistem pembayaran dapat diubah menjadi awal bulan.
“Ada juga usulan agar gaji dibayarkan di awal bulan, jangan di akhir bulan,” ungkapnya.
Sartini menambahkan, ada juga keluhan lain yang disampaikan terkait belum diterimanya Tunjangan Profesi Guru (TPG) 13 selama dua tahun terakhir.
“Jadi TPG ini menurut para guru sudah 2 tahun terahir belum dibayarkan, padahal biasanya per triwulan sudah diterima. Mereka berharap pada bulan juni di triwulan 2 ini TPG bisa dibayarkan,” tambahnya.
Selain itu, kondisi fisik sekolah juga menjadi perhatian, Gedung SMP Negeri 5 yang dibangun sejak 1994 disebut belum pernah mendapatkan perbaikan besar hingga saat ini.
“Bangunan sekolah ini sudah cukup lama dan belum pernah direhabilitasi secara menyeluruh. Padahal pagar dan plafon sekolah sudah rusak dan butuh perhatian,” katanya.
Sartini menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi dan akan disampaikan dalam pembahasan di DPRD bersama pemerintah daerah. (*)


Tinggalkan Balasan