SATKES: Aksi Perubahan Jamaludin Bahri untuk Dorong Penguatan Keselamatan Laut di Maluku Utara

Reformer SATKES, Jamaludin Bahri. Foto: Istimewa

Senjakota- Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Utara mendorong lahirnya budaya keselamatan pelayaran berbasis masyarakat melalui program “Masyarakat Sadar Keselamatan Laut” (SATKES) yang digagas Jamaludin Bahri.

Program ini mulai menunjukkan dampak nyata setelah mempertemukan berbagai instansi dan pelaku pelayaran dalam upaya bersama memperkuat keselamatan laut di wilayah kepulauan.

Program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk membangun kapasitas keselamatan yang lebih kuat, modern, serta berbasis masyarakat, seiring tingginya aktivitas pelayaran rakyat di wilayah kepulauan Maluku Utara.

Kegiatan SATKES digelar pada Rabu, 25 November 2023, di SMK Pelayaran Putra Bahari Kota Ternate dengan melibatkan berbagai instansi seperti BASARNAS, BMKG, KSOP, UPT Pelabuhan, Polairud, serta para motoris speed boat dan operator kapal.

Sinergi lintas lembaga ini menjadi elemen penting dalam aksi perubahan yang diusung Jamaludin Bahri, dengan fokus pada peningkatan kesadaran dan kompetensi keselamatan bagi seluruh pemangku kepentingan pelayaran.

Dalam pemaparannya, BASARNAS Ternate, Bram Madya Tamara menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di laut sesuai amanat Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Operasi SAR. Peserta dibekali pemahaman mengenai tahapan operasi SAR, termasuk pengenalan isyarat bahaya serta sinyal darurat seperti urgency, alert, dan distress.

Pertemuan berbagai instansi dan pelaku pelayaran dalam upaya bersama memperkuat keselamatan laut di wilayah kepulauan. Foto: Istimewa

“Pengetahuan ini dinilai krusial untuk membantu pelaku pelayaran rakyat merespons potensi kecelakaan secara cepat dan tepat saat berada di laut,” kata Bram.

Sementara, Zakir dari BMKG turut memperkuat edukasi melalui pemaparan informasi cuaca maritim real-time dan sistem peringatan dini, mengingat cuaca merupakan salah satu faktor utama penentu keselamatan pelayaran. Selain itu, edukasi teknis terkait navigasi dan standar keselamatan turut diberikan melalui materi P2TL sebagai bagian dari penguatan kompetensi peserta.

Jamaludin Bahri menjelaskan bahwa SATKES bukan sekadar kegiatan sosialisasi, tetapi sebuah gerakan perubahan budaya keselamatan pelayaran yang dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan.

“Melalui kolaborasi Dishub, BASARNAS, dan BMKG, program ini menargetkan terciptanya sistem keamanan berbasis masyarakat dan teknologi digital, termasuk pemanfaatan aplikasi peringatan dini, informasi cuaca, serta pelatihan teknis bagi motoris dan operator kapal,” ucap Jamaludin.

Ia menegaskan, aksi perubahan ini bertujuan membangun ekosistem keselamatan pelayaran yang lebih humanis, adaptif, dan selaras dengan perkembangan teknologi.

“Dengan memperkuat kapasitas masyarakat pelayaran serta meningkatkan dukungan antar instansi, SATKES diharapkan menjadi fondasi lahirnya budaya keselamatan yang tumbuh dari kesadaran kolektif, bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi,” tuturnya.

Melalui inisiatif yang diprakarsai Jamaludin ini Dishub Maluku Utara terus mendorong transformasi nyata untuk menghadirkan pelayaran rakyat yang lebih aman dan berkeselamatan tinggi di seluruh wilayah kepulauan Maluku Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup