6 Kelurahan Disambangi saat Reses, Sartini Bawa Pulang Segudang Keluhan Warga
Senjakota- Sejumlah persoalan infrastruktur dan pelayanan publik ditemukan dalam kegiatan reses anggota DPRD Kota Ternate, Sartini Hanafi, di wilayah Kecamatan Ternate Utara.
Temuan tersebut diperoleh Sartini setelah turun langsung menyerap aspirasi warga pada reses masa sidang III tahun 2026. Dalam agenda itu, dia mengunjungi enam kelurahan, yakni Sangaji Utara, Dufa-Dufa, Akehuda, Tafure, Tabam, dan Tarau.
Di Kelurahan Sangaji Utara, warga RT 11 dan RT 12 melaporkan sejumlah fasilitas lingkungan yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Di RT 11, misalnya, kondisi jalan menuju musala dilaporkan mengalami kerusakan. Warga juga mengeluhkan saluran drainase yang rusak di kawasan tersebut.
Sementara di RT 12, selain persoalan pagar sekolah, warga melaporkan saluran drainase yang mengalami penyumbatan sehingga berpotensi menghambat aliran air ketika hujan.

Persoalan serupa ditemukan di Kelurahan Akehuda. Warga RT 10 mengusulkan pembangunan kembali saluran drainase yang tersumbat akibat tumpukan sampah kiriman.
Warga berharap saluran tersebut dapat kembali berfungsi optimal sehingga tidak menimbulkan persoalan ketika terjadi hujan.
Keluhan juga datang dari warga RT 03 yang bermukim di sekitar bantaran barangka. Mereka mengeluhkan tumpukan sampah yang terbawa dari wilayah bagian atas dan kemudian menumpuk di aliran kali mati di sekitar permukiman.
Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani karena berpotensi menyebabkan genangan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
Sementara itu, di Kelurahan Dufa-Dufa, Sartini mengecek lokasi di RT 02/RW 01 yang sebelumnya diberitakan terkait dugaan aktivitas galian C.
Namun, setelah mengecek langsung ke lokasi, Sartini mendapati kawasan tersebut merupakan lokasi yang sedang diratakan untuk pembangunan rumah milik salah seorang warga.
Berbeda dengan wilayah lainnya, di Kelurahan Tafure pihak kelurahan menyampaikan kebutuhan penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik serta perbaikan infrastruktur jalan menuju kantor lurah.

Di Kelurahan Tabam, persoalan yang disampaikan berkaitan dengan pelayanan pemerintahan. Kantor kelurahan disebut masih kekurangan sarana penunjang seperti komputer dan printer.
Selain itu, posisi kepala kelurahan di wilayah tersebut juga dilaporkan masih kosong dan telah berlangsung hampir satu tahun.
Adapun di Kelurahan Tarau, Sartini menemukan kondisi kantor lurah yang membutuhkan perbaikan. Kerusakan antara lain terlihat pada bagian atap dan plafon.
Berbagai temuan tersebut, menurut Sartini, menjadi bagian dari aspirasi masyarakat yang akan disampaikan dan diperjuangkan melalui lembaga DPRD Kota Ternate.
Reses tersebut menjadi momentum bagi anggota DPRD untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan sekaligus memastikan berbagai persoalan yang disampaikan warga sesuai dengan kondisi sebenarnya.







Tinggalkan Balasan