SMPN 4 Ternate Disiapkan Jadi Percontohan Kantin Sehat pada 2027

Rabu Menyapa di SMPN 4 Kota Ternate. Foto: Istimewa

Senjakota- SMP Negeri 4 Kota Ternate direncanakan menjadi sekolah percontohan pembangunan kantin sehat pada 2027. Program ini disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas fasilitas dan lingkungan pendidikan di daerah tersebut.

Rencana itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, saat mengunjungi SMPN 4 melalui program Rabu Menyapa, Rabu, 4 November 2026.

Rizal mengatakan, pembangunan kantin sehat tersebut menjadi salah satu perhatian Pemkot Ternate setelah melihat langsung kondisi fasilitas sekolah. Menurutnya, keberadaan kantin yang memadai penting untuk mendukung lingkungan pendidikan yang sehat dan nyaman bagi siswa.

“Kalau sebelumnya fasilitas sanitasi dan toilet percontohan ada di SMP Negeri 3, maka untuk kantin sehat percontohan akan kita mulai dari SMP Negeri 4,” ungkap Rizal.

Kantin tersebut nantinya diproyeksikan menjadi model bagi sekolah menengah pertama (SMP) lainnya di Kota Ternate, seperti SMPN 1, SMPN 3, SMPN 7, dan sekolah lainnya.

Selain meninjau fasilitas, Rizal juga memantau langsung kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Ternate memastikan penyelenggaraan pendidikan pada jenjang sekolah dasar (SD) hingga SMP berjalan optimal.

Ia menilai, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada ketersediaan infrastruktur, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan peserta didik.

Menurut Rizal, jenjang SMP merupakan fase penting dalam perkembangan anak karena menjadi masa peralihan menuju usia remaja. Karena itu, penguatan kualitas pembelajaran harus menjadi perhatian bersama, terutama dalam aspek literasi, numerasi, dan digitalisasi.

“Rabu Menyapa ini adalah gerakan untuk mendekatkan diri dengan sekolah. Kita ingin memastikan proses pembelajaran berjalan baik, khususnya dalam penguatan literasi, numerasi, dan digitalisasi, serta bagaimana guru-guru dapat beradaptasi dengan perkembangan tersebut,” ujarnya.

Rizal juga mengingatkan bahwa para siswa merupakan calon pemimpin masa depan Kota Ternate. Karena itu, sekolah harus menjadi ruang yang mampu membentuk generasi dengan kapasitas dan kualitas yang memadai.

Ia menegaskan, peningkatan mutu pendidikan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah. Dukungan orang tua dan lingkungan masyarakat juga dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik.

“Karena peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif orang tua dan lingkungan masyarakat di sekitar siswa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup