Tulang Belulang Manusia Ditemukan di Hutan Tobelo, Polisi Selidiki
Senjakota- Penemuan tulang belulang manusia di kawasan hutan Tobelo Selatan, Halmahera Utara, kini dalam penyelidikan polisi. Kerangka yang belum diketahui identitasnya itu ditemukan di wilayah perbatasan Desa Efi-Efi dan Desa Gamhoku, sekitar 15 kilometer dari permukiman warga.
Kasi Humas Polres Halmahera Utara, IPTU Hopni Saribu, membenarkan temuan tersebut. Ia mengatakan laporan awal diterima dari Polsek Tobelo Selatan setelah empat warga melaporkan penemuan kerangka saat berburu di hutan.
“Personel Polsek Tobelo Selatan telah menerima laporan masyarakat, melakukan penyelidikan awal, dan berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Halmahera Utara untuk penanganan lebih lanjut,” kata Hopni, Minggu, 2 Agustus 2026.
Berdasarkan keterangan polisi, kerangka manusia itu pertama kali ditemukan pada Kamis, 30 Juli 2026 Empat warga Desa Efi-Efi yang sedang berburu menemukan jasad tergeletak di rerumputan setelah menempuh perjalanan jauh dari desa.
Saat ditemukan, kondisi jenazah telah mengalami pembusukan lanjut hingga hanya menyisakan tulang belulang. Korban diduga berjenis kelamin laki-laki. Di lokasi, polisi menemukan sejumlah barang yang masih melekat maupun berada di sekitar jasad, seperti kaus berwarna kuning yang dilapisi jaket merah, celana jeans, sepatu biru bertali putih, serta sebuah tas plastik merah.
Karena lokasi penemuan berada jauh di dalam hutan dan kondisi saat itu sudah gelap, para saksi tidak langsung melapor. Mereka kembali ke Desa Efi-Efi keesokan harinya dan baru menyampaikan informasi tersebut kepada polisi pada Sabtu, 1 Agustus 2026 malam.
Proses evakuasi dilakukan sehari setelah laporan diterima. Hopni menjelaskan, akses menuju lokasi yang sulit menjadi pertimbangan utama dalam penanganan awal.
“Lokasi penemuan berada sekitar 15 kilometer dari perkampungan dengan akses yang cukup sulit. Karena itu, evakuasi dan identifikasi dilakukan setelah seluruh persiapan selesai,” ujarnya.
Saat ini, Satreskrim Polres Halmahera Utara masih melakukan identifikasi untuk memastikan identitas korban serta mengungkap penyebab kematiannya. Polisi juga mengumpulkan keterangan saksi dan akan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Polisi mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam beberapa bulan terakhir agar segera melapor ke kantor polisi terdekat. Informasi tersebut dinilai penting untuk membantu proses identifikasi.
“Hingga saat ini identitas korban maupun penyebab kematiannya masih dalam penyelidikan. Perkembangan kasus akan kami sampaikan setelah proses lebih lanjut selesai,” kata Hopni.
Penulis: Risal Sadoki | Editor: Ilham






Tinggalkan Balasan